Sejarah Singkat

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang terletak di Jl. Veteran Raya No 2 Kota Tangerang. Dibangun diatas tanah seluas 5 Ha dengan luas bangunan seluruhnya seluas 2,5 Ha.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang  dibangun sejak tahun 1977 dari dana anggaran proyek secara bertahap  sampai dengan tahun 1980. Kemudian pada tanggal 6 Desember 1982 diresmikan oleh Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Adapun pembangunan Lapas tersebut diperuntukkan sebagai Lapas Khusus bagi narapidana kasus Korupsi (White Collar Crime) sehingga Model Struktur Bangunan dibentuk menyerupai Cottage,  yang pada akhirnya digunakan untuk Lapas Pria Dewasa dengan berbagai macam kasus kejahatan. Pada perkembangannya, tahun 2008 terjadi lonjakan jumlah kasus narkoba sehingga prosentase isi lapas didominasi kasus narkoba 60 % dan sisanya 40 % kasus kriminal biasa.

Kapasitas daya tamping Narapidana hanya sebanyak 600 orang, akan tetapi pada bulan Juli 2008 mencapai angka 1932 orang, dan kisaran rata-rata setiap bulannya berpenghuni 1100 orang narapidana sampai dengan sekarang.

Pemasyarakatan adalah

Kegiatan untuk melakukan pembinaan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana.

Sistem Pemasyarakatan  adalah

Suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara Pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktof berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan.

Warga Binaan Pemasyarakatan adalah Narapidana, Anak Didik Pemasyarakatan, dan Klien Pemasyarakatan.

Terpidana  adalah seseorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Narapidana adalah Terpidana yang menjalani pidana hilang kemerdekaan di Lapas.

Hak-hak Narapidana:

  1. Melakukan ibdah sesuai dengan agama atau kepercayaannya;
  2. Mendapatkan perawatan, baik perawatan rohani maupun jasmani;
  3. Mendapatkan pendidikan dan pengajaran;
  4. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak;
  5. Menyampaikan keluhan;
  6. Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang;
  7. Mendapatkan upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan;
  8. Menerima kunjungan keluarga, penasehat hukum, atau orang tertentu lainnya;
  9. Mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi);
  10. Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga;
  11. Mendapatkan pembebsan bersyarat
  12. Mendapatkan cuti menjelang bebas;
  13. Mendapatkan hak-hak lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(sumber data UU RI NO 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan)